TUGAS IPS (KELOMPOK)
BAB II
PERANG DUNIA II
Guru Pembimbing : Dra. Sri Mulyati
Disusun Oleh
Kelompok 7
Fajar Vidianto(13/9B)
Veryn
Firstania(34/9B)
Yasinta
Octalia R.(35/9B)
Yuli Puspita
(36/9B)
SMP Negeri 2 Malang
Jl. Prof. Moh. Yamin V (0341) 325508
Tahun Ajaran 2013/2014
Abdullah I dari Yordania
|
Abdullah bin Hussein
|
|
|
Raja Yordania
|
|
|
Memerintah
|
1946 -
1951
|
|
Pengganti
|
|
|
Permaisuri
Isteri muda |
Musbah
binti Nashir
Suzdil Khanum Nahda binti Uman |
|
Anak
|
|
|
Ayah
|
|
|
Ibu
|
|
|
Lahir
|
|
|
Meninggal
|
|
Abdullah bin
Husain (Mekkah, Februari 1882 - Yerusalem, 20 Juli 1951) ialah emir Trans-Yordania yang berkuasa antara tahun 1923-1946 dan setelah itu menjabat sebagai raja Yordania hingga kematiannya.
Ia merupakan
salah satu penguasa Arab yang menentang kekuasaan Turki Usmani pada awal tahun 1900-an. Pada tahun 1921, ia diangkat sebagai emir Trans-Yordania, sebuah negara boneka bentukan Britania Raya, yang memainkan peran strategis
untuk kekuasaan Britania di daerah lain seperti Mesir, Irak, dan Palestina.[1]
Selama Perang Dunia II, Emir Abdullah adalah sekutu
tepercaya bagi Britania, dan ia juga membantu memberangus huru-hara pro-Blok Poros di Irak.
Pada tahun 1946, Transyordania 'dimerdekakan', dengan Abdullah
sebagai pemimpinnya yang mengambil gelar raja.
Semasa Konflik
Arab-Israel yang
meruyak pada tahun berikutnya, pasukan Yordania menyerang Tepi Barat (termasuk Yerusalem), dan pada
tahun 1949, Transyordania berubah nama menjadi
Yordania.
Pada tahun
1951, Raja Abdullah dibunuh oleh seorang nasionalis Arab ketika sedang Salat Jumat di Kubah Shakhrah, yang tak menghendakinya membuat perjanjian damai dengan Israel.
Alfred Josef Ferdinand Jodl (10 Mei 1890 – 16 Oktober 1946) adalah
Kepala Staf Operasi di Oberkommando
der Wehrmacht.Kehidupan Pribadi
Alfred Jodl lahir di luar nikah sebagai Alfred Josef Ferdinand Baumgärtler di Würzburg, Jerman, putra Opsir Alfred Jodl dan Therese Baumgärtler, dengan asumsi Jodl nama setelah menikah orang tuanya pada 1899. Ia dididik di Cadet School di Munich, dari mana dia lulus pada tahun 1910. Jenderal Ferdinand Jodl adalah adiknya. Filsuf dan psikolog Friedrich Jodl di Universitas Wina adalah pamannya.Setelah sekolah, Jodl bergabung dengan tentara sebagai perwira artileri. Selama Perang Dunia I ia menjabat sebagai seorang perwira baterai di Front Barat dari 1914-1916, dua kali terluka. Pada tahun 1917 Jodl bertugas sebentar di Front Timur sebelum kembali ke barat sebagai perwira staf. Setelah perang Jodl tetap dalam angkatan bersenjata dan bergabung dengan Reichswehr.
Jodl menikahi Irma Gräfin von Bullion yang berasal dari keluarga aristokrat Swabia pada tahun 1913. Irma Gräfin von Bullion meninggal pada Musim Semi 1944 di Königsberg karena Pneumonia. Lalu Jodl menikah kembali dengan Luise von Benda, seorang teman keluarga.
Perang Dunia Kedua
Jodl diangkat sebagai Mayor di Bagian Operasional Oberkommando Des Heeres. Pada saat itu, ia berada di bawah komando Jenderal Ludwig Beck. Pada awal Perang, Jodl menjabat sebagai Artilleriekommandeur di Divisi 44. Setelah itu dia menjabat sebagai Chef des Wehrmachtsführungsstabes (Kepala Staff Operasi OKW).Pada saat akhir Perang Dunia II, Jodl menandatangani Surat Penyerahan Tanpa Syarat pada 7 Mei 1945 di Reims. Dan mengakhiri Perang Dunia II di Eropa.
Pengadilan dan Eksekusi
Jodl ditahan dan diadili di Pengadilan Nuremberg. Ia kemudian dieksekusi pada tanggal 16 Oktober 1946 dengan hukuman tembak mati. Kata-kata terakhirnya ialah "Ich grüße Dich, mein ewiges Deutschland"
Gerardus Johannes Berenschot
Dari
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
LetJend. G.J. Berenschot
Gerardus
Johannes Berenschot (lahir di Solok, 24 Juli 1887 – meninggal di Batavia (kini Jakarta), 12 Oktober 1941 pada umur 54 tahun) ialah letnan jenderal dan komandan KNIL antara tahun 1939-1941. Di Hindia-Belanda, ia adalah satu-satunya komandan
KNIL yang memiliki darah asli Indonesia.
Anak dari
Gerrit Hendrik Berenschot, seorang perwira KNIL Belanda, dan Florence Mildred
Rappa, Berenschot dikirim ke Belanda pada usia 15 tahun, di mana ia
masuk sekolah kadet di Alkmaar. Ia kemudian memasuki Akademi Militer Kerajaan Belanda, yang dari situ ia lulus sebagai
yang teratas di kelasnya.
Setelah
lulus, ia dikirim balik ke Nederlands-Indië, di mana ia menjadi terkenal
sebagai subaltern muda yang berdinas di Koninklijk Nederlands Indisch Leger selama Perang Aceh.
Pada tahun 1934, ia menjadi kepala staf jenderal KNIL, dan pada bulan
Juli 1939 digantikan oleh Hein ter Poorten ketika naik pangkat sebagai panglima tertinggi.
Seorang
perwira berbakat dengan kecakapan organisasi yang fenomenal, Jenderal Berenschot kemungkinan merupakan
panglima tertinggi terbaik di KNIL yang pernah diketahui. Ia tak hanya terdidik
baik dalam seni berperang, namun juga menunjukkan pemahaman sempurna di bidang politik dan diplomasi.
Meyusul
jatuhnya Belanda pada tahun 1940, Jend. Berenschot berhasil ikut
serta dalam Konferensi Singapura, di mana ia amat disukai dan dihormati oleh delegasi dari Britania Raya dan Amerika Serikat.
Pada tanggal
13 Oktober 1941, pesawat yang membawa jenderal tersebut dari sebuah konferensi dengan Robert Brooke-Popham jatuh di Kemayoran, Batavia. Tidak ada yang selamat dalam
kecelakaan itu.
Jabatan
panglima tertinggi KNIL kemudian diberikan ke LetJen Ter Poorten, yang memiliki tugas berat mempersiapkan Nederlands-Indie menghadapi perang melawan Kekaisaran Jepang.
Philipp Bouhler
Philipp
Bouhler
Philipp
Bouhler, lahir 11 September 1899 di München, meninggal 19 Mei 1945 di Emmerich, adalah seorang perwira SS Jerman.
Bouhler
masuk NSDAP pada tahun 1921 dan menjadi redaktur untuk harian partai itu Völkischer Beobachter.
Pada tahun
1934 Bouhler diangkat sebagai ketua Führerkansliet di Berlin. Pada tahun 1939 ia menggagas program eutanasia Jerman Aksi T4. Bersama dengan dr. Karl Brandt dll, ia telah mengorganisasi pembunuhan massal 70.000 orang sakit jiwa, orang cacat, dll dengan berbagai cara. Bouhler
juga memimpin program Kindereuthanasie, yang melaksanakan pembunuhan
atas anak-anak. 2 orang rekan yang bekerja bersamanya dalam program ini adalah Leonardo Conti dan Viktor Brack.
Omar Bradley
|
Omar
Nelson Bradley
|
|
|
Julukan
|
"The G.I.'s General"
|
|
Dimakamkan
|
|
|
Pengabdian
|
|
|
Dinas/cabang
|
|
|
Lama dinas
|
1915–1953
|
|
Pangkat
|
|
|
Komando
|
|
|
Perang
|
|
|
Penghargaan
|
|
Biografi
Bradley bergabung dengan Angkatan Darat Amerika Serikat pada tahun 1929 selepas dari Akademi Militer West Point. Jabatannya saat itu adalah instruktur pada sekolah infanteri di Fort Benning. Ia menghabiskan waktu tiga belas tahun sebelum diangkat menjadi komandan akademi tersebut dan dipromosikan sebagai brigadir jenderal. Karirnya berubah pasca penyerangan Pearl Harbor oleh Jepang. Bradley dipercaya sebagai komandan Divisi 82 Infantri. Karir di Infantri terus dijalaninya sampai ia dipromosikan sebagai letnan jenderal dan bersama dengan Jenderal George Patton dalam penyerbuan ke Sicilia pada bulan Juni 1943.Karirnya terus menanjak pasca D-Day berlangsung. Setelah dipromosikan menjadi jenderal bintang empat, ia berhasil menggantikan Eisenhower sebagai Kepala Staff Angkatan Darat Amerika Serikat dan tak berapa lama kemudian menjadi Kepala Staff Gabungan.
Vilhelm Buhl
|
Vilhelm Buhl
|
|
|
Didahului
oleh
|
|
|
Digantikan
oleh
|
|
|
Didahului
oleh
|
|
|
Digantikan
oleh
|
|
|
Informasi pribadi
|
|
|
Lahir
|
|
|
Meninggal
|
|
|
Partai
politik
|
|
Vilhelm Buhl (lahir 16 Oktober 1881 – meninggal 18 Desember 1954 pada umur 73 tahun) ialah PM Denmark dari 4 Mei 1942 hingga 9 November 1942 sebagai ketua Pemerintahan Bersatu (Kabinet Vilhelm Buhl I) selama Pendudukan Jerman di Denmark selama PD II, hingga tiba perintah Nazi untuk menyingkirkannya. Ia menjadi
PM lagi dari 5 Mei 1945 hingga 7 November 1945 sebagai ketua pemerintahan bersatu (Kabinet Vilhelm Buhl II) setelah pembebasan Denmark oleh
Panglima Tertinggi Britania
Raya Montgomery.
Vilhelm Buhl
adalah anggota Demokrat Sosial, dan memegang jabatan Menteri Keuangan dalam
kabinet Thorvald Stauning dari 20 Juli 1937 hingga 4 Mei 1942.
Selama
pendudukan Nazi Jerman atas Denmark, Thorvald Stauning membentuk pemerintahan bersatu. Saat Thorvald
Stauning meninggal pada Mei 1942, Vilhelm Buhl menggantikannya. Pemerintahan
ini hanya berlangsung 6 bulan, karena insiden diplomatik di mana Raja Christian X mengirimi jawaban singkat dan pendek atas telegram
UlTah panjang dari Adolf Hitler. Hitler sakit hati atas kejadian
ini, dan sebagai akibatnya Vilhelm Buhl digantikan oleh Erik Scavenius. Werner Best dikirimkan ke Denmark sebagai komandan baru.
Setelah
pembebasan Denmark pada 5 Mei 1945, para politikus dan pejuang perlawanan membentuk pemerintahan bersatu (Kabinet Vilhelm Buhl II). Banyak orang Denmark yang tidak
puas dengan para politikus itu karena kebijakan persekutuannya dengan Jerman
yang telah mendominasi awal perang, karena itu dicantumkan para pejuang. Anggota
terkemuka kabinet itu adalah Aksel Larsen, Hans Hedtoft, H. C. Hansen, Knud Kristensen dan John Christmas Møller. Pemerintahan itu mengetuai
pengadilan tokoh-tokoh yang telah bersekutu dengan Jerman, sebagai akibatnya 45
orang dihukum mati. Setelah pemilu pada Oktober 1945 Knud Kristensen menjadi PM baru.
Francisco Franco
|
Franco tahun 1969
|
|
|
Masa jabatan
1 April 1939 – 20 November 1974 |
|
|
Didahului oleh
|
Manuel Azaña (sebagai Presiden)
|
|
Digantikan oleh
|
|
|
Masa jabatan
5 Februari 1939 – 8 Juni 1973 |
|
|
Didahului oleh
|
|
|
Digantikan oleh
|
|
|
Informasi
pribadi
|
|
|
Lahir
|
|
|
Meninggal
|
|
|
Tempat persemayaman
|
|
|
Kebangsaan
|
|
|
Partai politik
|
|
|
Suami/istri
|
|
|
Tempat tinggal
|
|
|
Agama
|
|
|
Tanda tangan
|
|
|
Dinas militer
|
|
|
Pengabdian bagi
|
|
|
Masa dinas
|
1907-1939
|
|
Pangkat
|
Kepala Staf Jenderal
|
|
Pertempuran/perang
|
|
Daftar isi
Biografi
Masa Awal
Ia merupakan putra kedua dari keluarga angkatan laut kelas menengah yang lahir pada tanggal 4 Desember 1892. Franco memasuki akademi militer di Toledo di usia 14 tahun. Setelah tamat 3 tahun kemudian secara cepat ia menjadi sukarelawan dinas aktif dalam koloni Spanyol di Maroko, menarik rasa hormat dan kenaikan sebagai kapten muda dalam ketentaraan Spanyol. Kenaikannya berlanjut saat ia menjadi komandan Legiun Asing, kemudian Brigadir Jenderal pada usia 34 dan akhirnya direputasikan sebagai direktur Akademi Militer Umum yang baru terbentuk.Peristiwa dramatis pada 1931 mengubah selamanya kehidupan Franco saat pada tahun itu, Raja Spanyol Alfonso XIII turun tahta dan dibuang ke pengasingan. Pemerintahan republik baru, didominasi kaum kiri, kaum kanan melihat militer sebagai ancaman dan membubarkan Akademi, mengirimkan jenderal muda ke daeah terpencil di Kepulauan Balearik. 3 tahun berikut politik mondar-mandir di Spanyol dilihatnya kembali dimajukan (di bawah pemerintahan konservatif yang singkat pada 1933-1934) dan kembali disuruh kembali (setelah kemenangan sayap kiri Popular Front dalam penyelidikan pada 1936.) Di sana ia menemukan dirinya lebih lanjut dari negara ini, dalam kedudukan Gubernur Kepulauan Canary. Namun ini bukanlah yang terakhir dalam jangka panjang. Revolusi telah di pikiran angkatan bersenjata dan saat pemberontakan diumumkan terhadap Popular Front pada Juli 1936 Franco mengetahui di mana ia harus membela. Terbang ke Maroko ia mengambil kontrol pasukan dan kembali ke Iberia. Junta militer membentuk Pemerintahan Nasionalis Spanyol (diakui secara cepat oleh Fasis Italia yang dipimpin oleh Mussolini dan Jerman Nazi yang dipimpin oleh Adolf Hitler) dan Franco dinyatakan generalissimo. Tiga tahun menyusul internicine war terjadi sampai perang berakhir – dengan kemenangan nasionalis dengan bantuan gratis dari Nazi dan Italia terhadap kaum kiri Republikan yang sebagian didukung oleh Rusia, dasn Sukarelawan asal Inggris, Perancisdan Meksiko – pada 1 April 1939. Selama masa ini ia dan pasukannya telah membantai banyak orang. Sebagai tanda terima kasih kepada Hitler, Franco menghadiahinya sebuah desa, yang digunakan Hitler untuk menguji senjata-senjatanya.
Nuevo Estado didirikan menurut jalur dasar fasisme, meski Spanyol bersikap netral dalam Perang Dunia yang melanda Eropa hanya 5 bulan berikutnya. Meskipun demikian, Franco melakukan balas jasa terhadap bantuan dari Nazi dan Fasis Italia diantaranya dengan mengirimkan 47,000 pasukan yang berperang disamping pasukan Jerman Nazi di Front Rusia. Meskipun langkah ini berbalik kemudian ketika melihat poros Nazi-Italia mulai kalah perang. Baik Hitler maupun Musollini tidak mampu membujuk rayunya untuk ikut terjun dalam kancah perang. Kelihaian Franco ini berbuah dengan tidak diusiknya Spanyol oleh pasukan Sekutu.
Walau akhirnya kerusakan seluruhnya dari daerah Spanyol menyisakan negara fasis menyusul PD II dan meski awalnya dihindari pemerintahan baru Franco secara bertahap mengatur rehabilitasi melalui kerukunan dengan Vatikan, perjanjian bantuan dengan Amerika Serikat dengan kunjungan Presiden Eisenhower guna mencari sekutu baru untuk melawan Uni Soviet dan masuk PBB terlambat (1955). Orang-orang fasis kehilangan pegangan di Spanyol, meski amat sangat lambat sepanjang 1950-an dan 1960-an, dengan pernyataan pada 1969 dari Raja Juan Carlos, cucu mantan raja, sebagai pengganti Franco. Keadaan sakit memaksa penghentian Franco sebagai perdana menteri pada 1973 (meski ia menyisakan kepala negara dan kepala angkatan bersenjata) selama 1974 melihat pemogokan di seluruh negeri dan protes universitas meluas di seluruh negara. Kematiannya pada 20 November 1975 oleh karena itu menimbulkan kelegaan yang tersebar luas dan perubahan radikal, dengan raja baru secara cepat yang menjungkirbalikkan mesin-mesin negara fasis dan dalam 3 tahun Spanyol mengadakan pemilihan yang mengantar masa kini menjadi periode sarat pluralitas.
Selama memerintah, kehidupan negeri Spanyol ini berjalan tenang. Setenang kehidupan di penjara.
Wilhelm Keitel
|
Masa jabatan
1932–1945 |
|
|
Presiden
|
|
|
Kanselir
|
|
|
Didahului
oleh
|
|
|
Digantikan
oleh
|
none
|
|
Informasi pribadi
|
|
|
Lahir
|
|
|
Meninggal
|
|
|
Suami/istri
|
Lisa
Fontaine
|
|
Anak
|
|
Wilhelm
Bodewin Johann Gustav Keitel (lahir di Helmscherode, Bad Gandersheim, Northeim, Niedersachsen, Jerman, 22 September 1882 – meninggal di Nürnberg, Bayern, Jerman, 16 Oktober 1946 pada umur 64 tahun) adalah panglima
tertinggi Jerman dan
pemimpin militer senior selama Perang Dunia II untuk Hitler. Kepala Wehrmacht - OKW.
Menandatangani penyerahan Jerman di Berlin pada tanggal 8 Mei 1945. Didakwa atas kejahatan perang dalam Pengadilan
Nürnberg dan
digantung.
No comments :
Post a Comment